Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memasang Kusen Aluminium
Kusen aluminium menjadi pilihan populer dalam konstruksi rumah modern karena tampilannya yang minimalis, kuat, dan tahan lama. Material ini juga dikenal lebih tahan terhadap rayap, kelembapan, dan perubahan cuaca dibandingkan kusen kayu. Namun, meskipun kusen aluminium memiliki banyak keunggulan, proses pemasangan yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti pintu atau jendela yang tidak presisi, kebocoran air, hingga kerusakan pada kusen itu sendiri.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa kesalahan yang sering terjadi saat pemasangan kusen aluminium agar dapat dihindari sejak awal. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Pengukuran yang Tidak Akurat
Salah satu kesalahan paling umum adalah melakukan pengukuran yang kurang tepat sebelum pemasangan kusen. Ukuran yang tidak akurat dapat menyebabkan kusen tidak pas dengan bukaan dinding.
Jika kusen terlalu kecil, akan muncul celah yang dapat menyebabkan masuknya air hujan atau udara dari luar. Sebaliknya, jika kusen terlalu besar, proses pemasangan akan menjadi lebih sulit dan berisiko merusak dinding.
Untuk menghindari hal ini, pengukuran harus dilakukan dengan teliti dan sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali untuk memastikan hasilnya benar-benar akurat.
2. Tidak Memastikan Permukaan Dinding Rata
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memasang kusen aluminium pada permukaan dinding yang tidak rata atau tidak lurus. Kondisi ini dapat membuat kusen menjadi miring sehingga pintu atau jendela tidak dapat dibuka dan ditutup dengan sempurna.
Sebelum pemasangan, pastikan permukaan dinding sudah rata dan posisi bukaan sudah benar-benar tegak lurus. Penggunaan alat seperti waterpass sangat penting untuk memastikan posisi kusen tetap presisi.
3. Penggunaan Sekrup atau Baut yang Tidak Tepat
Pemilihan sekrup atau baut yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan kusen aluminium menjadi kurang kuat. Sekrup yang terlalu kecil atau tidak dirancang untuk material aluminium dapat membuat kusen mudah longgar.
Gunakan sekrup khusus yang memiliki kualitas baik dan sesuai dengan jenis kusen aluminium yang digunakan. Selain itu, pastikan pemasangannya cukup kuat agar kusen dapat menempel dengan kokoh pada struktur dinding.
4. Tidak Menggunakan Sealant dengan Benar
Sealant atau bahan perekat sering digunakan untuk menutup celah antara kusen dan dinding. Namun, banyak pemasangan kusen yang tidak menggunakan sealant dengan benar atau bahkan melewatkan tahap ini.
Akibatnya, air hujan dapat masuk melalui celah kecil di sekitar kusen. Selain menyebabkan kebocoran, kondisi ini juga dapat menimbulkan kerusakan pada dinding atau bagian interior rumah.
Penggunaan sealant yang tepat dapat membantu memastikan sambungan antara kusen dan dinding menjadi lebih rapat dan tahan terhadap air.

5. Tidak Memperhatikan Sistem Drainase
Beberapa jenis kusen aluminium, terutama yang digunakan untuk jendela atau pintu geser, memiliki sistem drainase untuk mengalirkan air yang masuk ke dalam rel.
Jika sistem drainase ini tidak diperhatikan atau tertutup oleh semen saat pemasangan, air dapat menggenang dan menyebabkan kebocoran. Oleh karena itu, pastikan jalur pembuangan air tetap terbuka dan berfungsi dengan baik.
6. Pemasangan yang Terlalu Terburu-buru
Proses pemasangan yang dilakukan secara terburu-buru sering kali menghasilkan hasil yang kurang maksimal. Misalnya, posisi kusen tidak benar-benar lurus, sambungan tidak rapat, atau pemasangan kaca tidak presisi.
Pemasangan kusen aluminium membutuhkan ketelitian agar semua komponen terpasang dengan benar. Mengabaikan proses ini dapat menyebabkan masalah yang baru terlihat setelah beberapa waktu penggunaan.
7. Tidak Menggunakan Tenaga Profesional
Meskipun terlihat sederhana, pemasangan kusen aluminium sebenarnya membutuhkan keterampilan dan pengalaman tertentu. Kesalahan kecil dalam pemasangan dapat berdampak besar pada fungsi pintu atau jendela.
Menggunakan jasa tukang atau teknisi yang berpengalaman dapat membantu memastikan pemasangan kusen aluminium dilakukan dengan benar, sehingga hasilnya lebih rapi, kuat, dan tahan lama.







